Tampungan Imajinasi Diri

Puisi

Semangat itu berapi-api

Pagi ini aku menemani orlyn anakku bermain. Memang sudah sejak tadi malam dia kujanjikan ke paud di seberang sungai mempawah dekat jembatan gantung berwarna kuning. Ternyata di tempat bermain anak itu tidak sesuai yang diharapkan. Karena perosotan dari kayu yang curam. Dan enjut-enjutan yang sudah rapuh. Dan ayunan yang lebar jd sulit untuk berpegangan.
Hanya saja di situ pemandangan tepi sungainya bagus. Orlyn sempat terkesima melihat nelayan yang naik sampan sedang menebar jaring.
Karena tempat yang kurang mendukung untuk bermain, maka kami pindah ke taman kanak (TK) yang lain. Dalam perjalanan orlyn terlihat gontai mengantuk. Mungkin karena angin sepoi yang sejuk. Sambil mengendarai motor vixionku Kutawarkan orlyn untuk tidur saja dirumah, tapi dengan mata sedikit tertutup dia menyentak tetap ingin bermain dan main ayunan.

Aku melihat semangatnya yang kuat… keinginannya yang besar untuk bermain mengalahkan rasa kantuknya. Ohhh orlyn… kamu benar2 seperti ayahmu. Terasa tak rela menyiakan waktu hanya karena kantuk.
Ya Tuhan, tetap jagalah semangatnya untuk ke sekolah dan belajar hingga cukup umur untuk masuk sekolah. Semoga orlyn kecilku menjadi orang besar dan membesarkan nama keluarga.

Ketika sampai di TK itu dengan lincah dia menuju ayunan. Ya ampun lin…semangat betul…padahal papah dah kecapean nih…


Internet bukan Dunia Maya

Dari hasil baca blognya bank AI tentang “Internet bukan dunia maya” saya jadi teringat memory dan kenangan yang tidak mengenakkan beberapa tahun yang lalu. saya sependapat dan setuju banget dengan apa yang dimaksudkan oleh beliau dalam blog tersebut.
Dulu saya gemar sekali chating di IRC dalnet. beberapa channel sering saya masuki. namun banyak sekali orang yang menggunakan media itu hanya sebatas dunia maya, perkenalan antara wanita dan lelaki (yang laki-laki sukanya kenalan ama cewek, kalau kenalan ama cowok pasti nggak dibalas lagi, begitu seterusnya). wajar saja banyak yang menyamar jadi cewek (cowok nyamar jd cewek bagiand dari virtual/maya). kalau di dunia RO (laki-laki yang menggunakan atau menyamar dengan karakter cewek) biasa disebut hode (binatang atau monster cacing yang mirip bentuk alat kelamin laki-laki); mau maki sana sini nggak peduli (coba lewat telepon maki-maki, pasti mikir dulu); karena hanya berpikiran sebagai dunia maya. Mereka nggak memikirkan siapa orang yang diajak bicara di ujung sana. mereka nggak memikirkan apa perasaan orang yang diajak bicara. nggak peduli. pokoknya serba “emang gue pikirin”.
Maksud saya jadikanlah media chatting (IRC) apalagi media internet yang lainnya
sebagai media komunikasi yang baik. ada lagi kasus lain, kasusnya adalah ada orang yang nggak dikenal atau baru saja kenalan, asal main cium “muach” (pakai tulisan ciumnya) salah satu user yang ada dalam sebuah channel. coba saja istri kita di telepon orang lain yang kita nggak kenal, atau dalam suatu diskusi, kemudian dalam percakapan itu terdengar “muach”, apalagi kalau waktunya malam hari, wah bisa barabe tuh. bagi saya membacanya muak, jijik.

Intinya, jangan jadikan Internet sebagai tempat sampah, manfaatkanlah internet dengan baik.


Komentator tak mesti Ahli

Pagi ini setelah saya berberes komputer-komputer kantor seperti biasanya, saya buka web browser. halaman pertama yang saya buka adalah blognya pak Budi Rahardjo, mengenai “Dapatkah aku lebih baik?”. Saya pernah baca di milist tapi lupa dimana, dikatakan disana bahwa ada komentator masakan dunia itu sebenarnya tak pandai memasak, hanya saja dia tahu bagaimana menilai sebuah masakan atau makanan yang enak dan lezat. jadi menurut saya, tidak selalu seorang komentator itu pandai atau ahli dalam melakukan usaha yang dikomentarinya. misalnya komentator F1 atau mungkin komentator sepakbola, yang sering masuk TV, apakah hebat juga dalam melakukan itu semua? (lagi…)


Antara “gerojogan sewu” dan Jogjakarta

Antara “gerojogan sewu” dan Jogjakarta

terlintas di dalam anganku untuk kembali kesana
bersama teman-teman akrabmu

terbayang ketika ku tersandar di bahumu yang kokoh tiada mengenal lelah
sambil menunggu sampai di dalam bis tua yang sesak penuh penumpang dari sore hingga datangnya malam. tak jemu kau menghiburku selalu di dalam perjalanan itu

:Heryudi

Masih ingatkah kau atas kenangan itu?

berjalan susuri jalanan yang menanjak di perbukitan
berlalu lalang monyet-monyet nakal di sekeliling kita

dingin…
kita rendamkan tubuh ke dalam kolam yang begitu dingin sehingga kita menggigil kedinginan
masih lekat di otakku kenangan-kenangan persahabatan kita di waktu itu

sahabat, … jangan lupakan aku

pontianak, 11 November 2002


Donny

Donnynikah.jpg

Selamat menempuh hidup baru donny


Kerinduan – warplus

Kerinduan

:warplus

Dalam alun lagu
kugoreskan kata-kata
kata-kata kerinduan yang dalam
sedalam lautan samudra biru
kata-kata hangat penuh makna
seribu bahasa tak sanggup ungkapkan perasaan jiwa
seribu kata tak sanggup ceritakan alur cerita yang tertera
luluh lantak hati dan jiwa menahan kerinduan
hangat terasa ketika bertemu
sehangat pelukan ibunda dikala malam yang dingin
sejuk damai ketika bersapa
sesejuk dan sedingin embun pagi di puncak pegunungan hijau
tertetes air mata bertabur di permukaan kulit yang lembab
kuras seluruh keharuan yang menyesakkan
demi kebahagian yang hakiki

pontianak, 11 November 2002


Aku pergi kesini

Ketika aku terjerumus dalam kebimbangan
suasana begitu hambar
tak ada rasa

ketika aku terjerembab dalam kebingungan
keramaian pun menjadi sepi
keceriaan menjadi kesedihan
kebingunngan merusak semua suasana
bagai tinta yang masuk ke segelas air

aku pergi ke pasar untuk mencari keramaian
itupun tak membantu

aku pergi kesini
bentuk bibir yang dulunya berbentuk n
kini sudah berbentuk U

:mailplus

26 Feb 2003
22:12


Aku Cinta Dia

Tersandar di tebalnya kumal
yang terbentuk oleh air asin kulitku,
yang menempel pada helai kursi rodaku,

termenung mencari jawaban apa yang baik untuknya
aku cinta dia
aku suka dia.


Aku Benci

Aku benci
aku benci
aku benci ketika jiwa ini bertentangan dengan raga ini
masih saja ini terjadi


Buma

B uka sebuah jendela tua
U ntuk tatap kedepan masa
N ‘tuk sampaikan salam senang, lara, duka maupun bahagia
G apaikan semua cita
A ntara petua, petualang dan semua

M asihkah ada tempat untukku
A ntara belukar indah itu
T anpa ada sangsi
A kankah aku diterima disitu
H angat terasa, dambaanku
A ngankan kebahagiaan, lepaskan semua haru
R intangi semua belenggu
I ringi gejolak hidupku


Nasar

nasar

adalah sebuah pemicu diri
ada sebuah kebutuhan, tak sanggup diteliti
dibawa melayang-layang tak jelas kemana dicari
hati adalah kunci
harapan, intuisi, perasaan bergejolak mencari yang tak pasti
tercapaikah nasar ini?


tepi

tepi

andai saja ada tepi,
………
………
semuanya rapat
tak ada celah
tak ada pori
berjalan penuh bak kapilaritas
mengusap dan mengelus semua yang ada
menyentuh semua kisi
menjilat semua sudut
tak ada lagi kotoran
bersih

:Aceh

4 januari 2005


dalam kamar

aku tak merasa jenuh
aku sudah duduk disini hampir 10 jam
ketika aku menggerakkan badan sedikit
baru terasa kehadiran lelah yang sudah datang dari tadi
hampir 5 hari ini aku di dalam kamar
tak ada keluar rumah
keluar kamar hanya untuk makan, minum, mandi, be’ol dan pipis.
sisanya tidur dan duduk di depan komputer ini


Puisi Cinta (rindu)

terasa hatiku merasa rindu yang amat sangat
tertegun sesaat hatiku teringat akan dirimu
kubaitkan puisi ini spontan hanya untukmu
tak tahu apa yang ada dalam pikiranku
aku menjadi terdiam kaku
ketika melepas gagang telpon tersebut
pagi hari itu membuatku gugup
entah…
entah…
aku tak tahu
aku harus bagaimana menyikapi perasaan ini
semoga kau akan tentarm disana kekasihku


13 Juli 2004

pagi ini, 13 july 2004 pas 3 jam setelah memasuki hari jadiku yang ke 25

aku begitu gelisah
aku tak tahu harus bagaimana

padahal nanti sore aku akan ujian
mengapa begitu malas aku untuk membaca lembaran-lembaran itu?

rasanya mau pergi saja meningglkan rumah dan berjalan-jalan sebentar

aku hanya membuka komputer ku ini, dan mengetikkan kalimat-kalimat ini

ahh.. landai, tak ada gejolak-gejolak, senang, sedih, duka ataupun bahagia.
landai, semuanya landai, hampir rata. tak ada gejolak.

aku mau pergi saja !!!
meninggalkan kelandaian ini.
pergi ke warnet
yang sudah aku anggap seperti rumahku sendiri.


Ragnarok online

Pontianak, 4 juli 2004
4.45 AM (dini hari)

sekarang aku memasuki usia dewasa
umur yang cukup lumayan untuk sebuah kehidupan maya
kehidupan virtual
kehidupan permainan
93
yahh… itulah umurku
93
kebosanan menyelimuti dinding pikiran
membelenggu serat serat otak
tak kuasa menahan asa

(ragnarok online)


Kapankah dia hilang3

seperti tertarik gravitasi

melemparkan batu menuju langit
padahal itu sudah aku buang jauh-jauh
mengapa dia kembali lagi?

semakin kuat aku melemparnya,
semakin kuat pula dia datang menghantamku

bayangan yang dulu telah hilang
kini datang lagi menghantuiku


Seandainya semua Jadi Sarjana

heran …
mengapa banyak sekali yang mendambakan untuk menjadi seorang sarjana
seandainya semua jadi sarjana,
siapa yang akan menyapu jalanan? membersihkan sampah dan mengangkat tong-tong sampah?
Seandainya semua jadi sarjana,
siapa yang akan mengambil ikan di laut kita yang kaya?
Seandainya semua jadi sarjana,
siapa yang akan melintingkan rokok kita di pabrik?

jika saja yang mengerjakan itu adalah sarjana, relakah mereka?


Aku benci

Aku benci
aku benci
aku benci ketika jiwa ini bertentangan dengan raga ini
masih saja ini terjadi


seperti halnya

seperti halnya pantai dan laut
seperti halnya hak dan kewajiban
seperti halnya air dan basah
mengapa selalu kebahagiaanku dibarengi oleh kegundahan?
seperti halnya jari dan kuku
seperti halnya kipas dan angin
mengapa selalu demikian?


Kapankah dia hilang2

sudah 4 batang rokok yang kuhabiskan dalam setengah jam ini
rasa rindu itu datang lagi
melilitku
menyesakkanku
membebani pikiranku
ingin rasanya pergi untuk menghilangkan bayangan itu
namun …
dia selalu mengikutiku
apa yang terjadi pada diriku?


kapankah dia hilang?

aku ditemani sepi yang tak kunjung hilang
aku tak bisa tidur malam ini
entah apa sebabnya
mungkin karena pikiran yang menganjal ini
perempuan itu
mengapa masih ada dalam benakku?
kapankah dia hilang?


Lirih

ahhh……
sambil menarik napas panjang
tersandar di kursi lapuk yang kusam
dipenuhi daki yang tebal
aku memandang selepas layar
yang warnanya pun tak karuan
hampir hijau semua
ternganga …
murung
sambil lirih
Kapan ini semua berlalu
desak kata hati bertanya
dalam canda aku pun merasa gundah
dalam tawa aku pun menangis
kepergian
kedatangan
silih berganti
tanpa seorangpun yang dapat melarangnya
hanya si raja waktu yang dapat mengatur detik, menit dan jam


Menulis dalam tidur

Aku tak bisa tidur
walau kelopak mataku sudah berat
ketika kututup mataku
aku merasa membuang waktu
aku ingin memanfaatkan waktu ini
aku sangat takut kehilangan waktu ini hanya dengan berbaring dan menutup mata
namun aku butuh tidur
jika tidak tidur, besok aku akan terlambat masuk kantor, dan jelas Bos akan marah kepadaku
hmm….
kapan waktuku ada untuk menuliskan sedikit kata?
hmm….
rasanya sempit sekali
kapan keduanya ada untukku??
bersamaan, saling bergandengan
antara tidur dan menulis


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 202 pengikut lainnya.