Semangat itu berapi-api
Pagi ini aku menemani orlyn anakku bermain. Memang sudah sejak tadi malam dia kujanjikan ke paud di seberang sungai mempawah dekat jembatan gantung berwarna kuning. Ternyata di tempat bermain anak itu tidak sesuai yang diharapkan. Karena perosotan dari kayu yang curam. Dan enjut-enjutan yang sudah rapuh. Dan ayunan yang lebar jd sulit untuk berpegangan.
Hanya saja di situ pemandangan tepi sungainya bagus. Orlyn sempat terkesima melihat nelayan yang naik sampan sedang menebar jaring.
Karena tempat yang kurang mendukung untuk bermain, maka kami pindah ke taman kanak (TK) yang lain. Dalam perjalanan orlyn terlihat gontai mengantuk. Mungkin karena angin sepoi yang sejuk. Sambil mengendarai motor vixionku Kutawarkan orlyn untuk tidur saja dirumah, tapi dengan mata sedikit tertutup dia menyentak tetap ingin bermain dan main ayunan.
Aku melihat semangatnya yang kuat… keinginannya yang besar untuk bermain mengalahkan rasa kantuknya. Ohhh orlyn… kamu benar2 seperti ayahmu. Terasa tak rela menyiakan waktu hanya karena kantuk.
Ya Tuhan, tetap jagalah semangatnya untuk ke sekolah dan belajar hingga cukup umur untuk masuk sekolah. Semoga orlyn kecilku menjadi orang besar dan membesarkan nama keluarga.
Ketika sampai di TK itu dengan lincah dia menuju ayunan. Ya ampun lin…semangat betul…padahal papah dah kecapean nih…
Internet bukan Dunia Maya
Dari hasil baca blognya bank AI tentang “Internet bukan dunia maya” saya jadi teringat memory dan kenangan yang tidak mengenakkan beberapa tahun yang lalu. saya sependapat dan setuju banget dengan apa yang dimaksudkan oleh beliau dalam blog tersebut.
Dulu saya gemar sekali chating di IRC dalnet. beberapa channel sering saya masuki. namun banyak sekali orang yang menggunakan media itu hanya sebatas dunia maya, perkenalan antara wanita dan lelaki (yang laki-laki sukanya kenalan ama cewek, kalau kenalan ama cowok pasti nggak dibalas lagi, begitu seterusnya). wajar saja banyak yang menyamar jadi cewek (cowok nyamar jd cewek bagiand dari virtual/maya). kalau di dunia RO (laki-laki yang menggunakan atau menyamar dengan karakter cewek) biasa disebut hode (binatang atau monster cacing yang mirip bentuk alat kelamin laki-laki); mau maki sana sini nggak peduli (coba lewat telepon maki-maki, pasti mikir dulu); karena hanya berpikiran sebagai dunia maya. Mereka nggak memikirkan siapa orang yang diajak bicara di ujung sana. mereka nggak memikirkan apa perasaan orang yang diajak bicara. nggak peduli. pokoknya serba “emang gue pikirin”.
Maksud saya jadikanlah media chatting (IRC) apalagi media internet yang lainnya
sebagai media komunikasi yang baik. ada lagi kasus lain, kasusnya adalah ada orang yang nggak dikenal atau baru saja kenalan, asal main cium “muach” (pakai tulisan ciumnya) salah satu user yang ada dalam sebuah channel. coba saja istri kita di telepon orang lain yang kita nggak kenal, atau dalam suatu diskusi, kemudian dalam percakapan itu terdengar “muach”, apalagi kalau waktunya malam hari, wah bisa barabe tuh. bagi saya membacanya muak, jijik.
Intinya, jangan jadikan Internet sebagai tempat sampah, manfaatkanlah internet dengan baik.
Komentator tak mesti Ahli
Pagi ini setelah saya berberes komputer-komputer kantor seperti biasanya, saya buka web browser. halaman pertama yang saya buka adalah blognya pak Budi Rahardjo, mengenai “Dapatkah aku lebih baik?”. Saya pernah baca di milist tapi lupa dimana, dikatakan disana bahwa ada komentator masakan dunia itu sebenarnya tak pandai memasak, hanya saja dia tahu bagaimana menilai sebuah masakan atau makanan yang enak dan lezat. jadi menurut saya, tidak selalu seorang komentator itu pandai atau ahli dalam melakukan usaha yang dikomentarinya. misalnya komentator F1 atau mungkin komentator sepakbola, yang sering masuk TV, apakah hebat juga dalam melakukan itu semua? (lagi…)
Ragnarok online
Pontianak, 4 juli 2004
4.45 AM (dini hari)
sekarang aku memasuki usia dewasa
umur yang cukup lumayan untuk sebuah kehidupan maya
kehidupan virtual
kehidupan permainan
93
yahh… itulah umurku
93
kebosanan menyelimuti dinding pikiran
membelenggu serat serat otak
tak kuasa menahan asa
(ragnarok online)
Lirih
ahhh……
sambil menarik napas panjang
tersandar di kursi lapuk yang kusam
dipenuhi daki yang tebal
aku memandang selepas layar
yang warnanya pun tak karuan
hampir hijau semua
ternganga …
murung
sambil lirih
Kapan ini semua berlalu
desak kata hati bertanya
dalam canda aku pun merasa gundah
dalam tawa aku pun menangis
kepergian
kedatangan
silih berganti
tanpa seorangpun yang dapat melarangnya
hanya si raja waktu yang dapat mengatur detik, menit dan jam
Pagi yang indah
Pagi yang indah
terasa pagi menyongsong …..
begitu indahnya dikau …
embun yang berjatuhan di timang dedaunan …
burung berkicau bersautan …
badan menjadi segar menghirup udara segar …
mencium wewangian daun segar di taman …
tak terasa si raja siang menerpa wajahku dengan sinarnya yang lembut dan mesra ….
Oghh…indahnya pagi ini …
Adakah akan kudapat hari-hari seperti ini lagi ..??
terima kasih Tuhan..telah memberiku pagi yang indah ini ….


