Pulsa yang nyasar
Pagi ini, menjelang siang ….
Teet.. tet… Suara hapeku berbunyi… ada sms masuk nih … open ah…

wahhhh!!





Metro TV pagi ini
Tadi pagi (yang pasti sebelum jam 12) iseng saja nonton TV dan kebetulan milih channel Metro TV. nggak tahu itu lagi acara apaan. yang pasti disana ada muncul kegiatan komunitas (sekolah) yang diperkenalkan penggunaan Internet oleh PT. Telkom, yang terus berlanjut ke masalah cybercity. ujung-ujungnya, pak budi rahardjo, Romi, dan Michael sungiardi (Opa) yang disebut sebut sebagai penggiat IT pun muncul. disana mereka khusus bicara soal jaringan dan internet. wahaha.. saya suka sekali melihat acaranya, yah.. minimal bisa melihat komputer telanjang yang sedang dipakai Opa waktu itu. “tumben di televisi ada acara bagus kayak gini” saya membatin. harapan saya, semoga pertelevisian Indonesia tetap terus menyajikan dan bahkan meningkatkan penyajian informasi-informasi hangat soal teknologi, dan tidak saja hanya sinetron-sinetron yang tak tahu kemana alur cerita yang tak mendidik. semoga.
Internet bukan Dunia Maya
Dari hasil baca blognya bank AI tentang “Internet bukan dunia maya” saya jadi teringat memory dan kenangan yang tidak mengenakkan beberapa tahun yang lalu. saya sependapat dan setuju banget dengan apa yang dimaksudkan oleh beliau dalam blog tersebut.
Dulu saya gemar sekali chating di IRC dalnet. beberapa channel sering saya masuki. namun banyak sekali orang yang menggunakan media itu hanya sebatas dunia maya, perkenalan antara wanita dan lelaki (yang laki-laki sukanya kenalan ama cewek, kalau kenalan ama cowok pasti nggak dibalas lagi, begitu seterusnya). wajar saja banyak yang menyamar jadi cewek (cowok nyamar jd cewek bagiand dari virtual/maya). kalau di dunia RO (laki-laki yang menggunakan atau menyamar dengan karakter cewek) biasa disebut hode (binatang atau monster cacing yang mirip bentuk alat kelamin laki-laki); mau maki sana sini nggak peduli (coba lewat telepon maki-maki, pasti mikir dulu); karena hanya berpikiran sebagai dunia maya. Mereka nggak memikirkan siapa orang yang diajak bicara di ujung sana. mereka nggak memikirkan apa perasaan orang yang diajak bicara. nggak peduli. pokoknya serba “emang gue pikirin”.
Maksud saya jadikanlah media chatting (IRC) apalagi media internet yang lainnya
sebagai media komunikasi yang baik. ada lagi kasus lain, kasusnya adalah ada orang yang nggak dikenal atau baru saja kenalan, asal main cium “muach” (pakai tulisan ciumnya) salah satu user yang ada dalam sebuah channel. coba saja istri kita di telepon orang lain yang kita nggak kenal, atau dalam suatu diskusi, kemudian dalam percakapan itu terdengar “muach”, apalagi kalau waktunya malam hari, wah bisa barabe tuh. bagi saya membacanya muak, jijik.
Intinya, jangan jadikan Internet sebagai tempat sampah, manfaatkanlah internet dengan baik.
Nomor Cantik dan Ganteng
Berawal dari blogwalking ke blognya dewo, tentang nomer cantik dan ganteng. kalau menurutku nomor cantik atau ganteng itu muncul karena “jarang” atau terlihat “unik”. masih ingat nomor telepon Garuda? Nah, itu nomor telepon yang bisa dikatakan cantik. kalau seperti xxx113114115 cantik nggak? itu tergantung dari sudut pandang orang. namun bagiku biasa saja. apalagi nomor yang harganya 10 juta itu, wah kalau itu aku menggangapnya tidak bagus, karena susah melihat jumlah nolnya brp biji dan tentu duit yang harus dikeluarkan begitu besar
*gambar diambil dari: http://jalansutera.vox.com/library/posts/2006/09/
3, Provider telekomunikasi baru
Melihat di iklan televisi tentang keberadaan provider telekomunikasi baru(?) yang bernama Tri (baca: tiga) saya segera melihat di websitenya. oghh… ternyata hanya untuk pulau jawa. tapi nggak papa, semoga menjadi sebuah persaingan yang sehat dan membawa kebaikan bagi bangsa ini.

