Pedhet
Cara Membaca Pedhet
Masih banyak orang yang salah membaca kata “pedhet”, namun saya maklum, karena ini adalah bahasa ibu, alias bahasa daerah terutama dari jawa sono.
Cara membaca kata “pedhet” yang benar adalah; pada huruf “e” pertama (setelah “p”) pada kata “pedhet”, dibaca seperti membaca “e” pada kata “peyeum“. sedangkan huruf “e” yang kedua (setelah “h”), dibaca seperti kata “televisi”, namun disini diberikan tekanan “H”. kita harus pandai membedakan kata jauh dan jau. oleh karena itu penulisan pedhet menggunakan “H” dengan gaya bahasa orang jawa.
mengapa ini saya buat tersendiri? soalnya ada orang yang membacanya pendet, ada yang membacanya pedet (dengan huruf “e” pertama dan kedua sama-sama dengan suara “e” seperti membaca kata “televisi”.
WhyPedhet?
banyak yang bertanya mengapa aku selalu menggunakan “Pedhet”. disini kuuraikan alasanku mengapa menggunakan Pedhet.
Pedhet itu unik. jarang yang menggunakan kata “Pedhet” sehingga mudah untuk mengidentifikasikannya dengan mudah. Aku mau orang gampang utk mencariku, misalnya dengan mengetikkan “pedhet” di mesin pencari seperti google atau yahoo.
masih jarang sekali orang yang menggunakan istilah Pedhet, karena kata “Pedhet” adalah istilah yang aku ambil dari bahasa jawa yang artinya adalah anak sapi. tidak seperti hal nya superman, batman, robin hood, heman dan lain sebagainya, banyak sekali orang menggunakan nya. saking banyak yang menggunakannya, misalnya seperti robin hood, maka supaya tetep bisa menggunakan nama itu ada yang menuliskan r0b1n h00d dan pemodelan lainnya.


Kok iso jeneng pedhet mas? Pedhet kan anak sapi to?
Mas angon pedhet po? hehe….
Salam kenal mas freddy
16 Mei 2007 pada 7:59 AM
aku juga dapet nick baru
selikoer karena itu nama tempat tinggalku
ha ha ha, numpang promosi aja koq
17 Mei 2007 pada 8:54 PM
@Adil Makmur,
alasan kenapa memilih pedhet akan saya ceritakan kapan-kapan. entah kapan
saya nggak ada melihara anak sapi
@Yudhi Arie,
seepp lah kalau begitu. mari kita ciptakan nama atau id kita sendiri-sendiri. itulah yang akan saya bahas nanti.
21 Mei 2007 pada 12:05 PM
bukannya pedhet, “e” yang kedua kayak di kata “lereng”, bukan kayak di kata “televisi”….
haha, iya yud bener. makasih udah nambahin. aku baca kata “televisi”, “e” nya pakai “e” dalam kata “lereng”
21 Mei 2007 pada 12:37 PM
Sebenarnya aku takut bercerita tentang ini (“Pedhet”). ketakutan (yang lebih cocok kekhawatiran) ku itu seperti ketika peter parker (dipaksa?) untuk membuka topeng spidermannya. atau superman yang selalu berubah untuk menjadi manusia biasa dengan mengunakan kaca mata dan bersifat lugu ketika menggunakan pakaian biasa.
yah komentar Mr. Orche! diatas ada benarnya, menurut filosofis yang diangkat dari “pedhet” sebagai nickname ku di dunia maya ini, dikarenakan aku masih ingin lebih banyak belajar, atau masih perlu nyusu dari induknya. namun dibalik itu semua, masih ada cerita lain..
7 Juni 2007 pada 5:02 PM
oo…. baru baca..
hapus aja komentku di about
12 Juni 2007 pada 11:10 PM
wah.. makasih ya mas dah mampir ke seeget.wordpress.com
aku baru bikin blog nih…
jadi lagi surfing2 dan liat2 blog temen2 yang lain…
kalo ada yang aku blom punya .. pasti ku minta trik nya..
Salam kenal ya mas pedhet.
Plis add me :
YM ID – Seeget77.yahoo.com
Talk ID – Meriahnyasepi@gmail.com
20 Juni 2007 pada 5:55 PM
thx git udah mau mampir
20 Juni 2007 pada 8:34 PM
fredy…sms no mu dong….
10 April 2010 pada 6:34 PM
Salam Kenal
Saya Dieva pemain baru di tamiya mini 4WD
saya membaca tentang lilitan dinamo jadi penasaran yang di maksud lilitan batik apa
dan untuk main di Slop dinamo harusapakai apa
kalau dinamo kilikan spec untuk angker, magnet rumah dinamo dan lilitan tembaga diameter berapa
terima kasih
Tolong bantu ya
6 Oktober 2009 pada 8:52 AM
rasanya saya pendatang paling baru didunia tamiya mini 4wd baru tgl 13 desember lalu kenal dg maenan ini. tepatnya nemenin anak saya yg pengen ikutan lomba. bahkan sama sekali “buta” dg urusan dinamo dll. krn itu mohon bantuannya gimana harus memulai biar ga kuper bgt dg hobi baru (anak saya) ini.
21 Desember 2009 pada 3:47 PM